BEM UK Petra Ajak Mahasiswa/i Selami Pesta Demokrasi

          Pesta demokrasi lima tahunan kembali lagi. Pencoblosan di tempat-tempat pemungutan suara di seluruh Indonesia, kemarin (09/04) telah dimulai untuk memilih wakil rakyat di tingkat DPRD dan DPR. Tempat-tempat pemungutan suara (TPS) di buka mulai pukul 07.00WIB hingga pukul 13.00WIB.

            Dalam rangka membangun kepedulian mahasiswa/i, BEM UK Petra mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Pemilu pada Pemilihan Umum Legislatif 2014 (PUPI 2014). Kegiatan ini berjalan dengan pantauan langsung oleh mahasiswa/i UK Petra yang langsung hadir ditempat pemungutan suara dan bertindak sebagai pemantau. Mereka dijadwalkan untuk memantau proses pencoblosan hingga rekapitulasi surat suara DPR RI, DPD, DPRD PROVINSI, DPRD KOTA/KABUPATEN hingga selesai dengan menempatkan masing-masing tiga mahasiswa/i pada TPS dibeberapa wilayah yang sudah dijadwalkan.

           Dihubungi terpisah, Ketua PUPI 2014 Evan Prabowo menuturkan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan pengetahuan dan pengalaman akan demokrasi dalam pemilu. Proses pemilihan yang berlangsung diharapkan memberikan efek pada mahasiswa/i agar selalu aktif memberikan sumbangsih dan dukungan kepada bangsa negara, tidak hanya dengan memberikan hak suara namun juga melihat dan menjaga pemilu yang berlangsung agar setiap prosesnya berjalan dengan baik. Para mahasiswa/i  juga nantinya diwajibkan melaporkan hasil yang diperoleh berupa dokumentasi foto dan data hasil rekapitulasi suara juga refleksi terkait proses pemantauan yang berjalan.

             Ketua KPPS 01 Imam Sutrisno menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada larangan sebelumnya jika hadirnya mahasiswa/i untuk bergabung melihat dan menjaga jalannya proses pemilu. “Menurut saya, UK Petra tepat sekali ingin hadir dan mau jadi pemantau, biasanya ada warga sekitar, para saksi yang bertugas, anggota KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara dan Pers yang meliput,” ujar beliau. “Harapan saya dengan adanya UK Petra disini kedepannya akan membentuk pola pikir pemuda pemudi lainnya untuk saatnya peduli terhadap bangsa dan negara dengan hadir dipemilu ini. Tapi saran saya kalau nanti hadir lagi tolong juga bawa konsumsi untuk kami ya.” canda Ketua KPPS 01.

           “Saya senang jika akhirnya para anak muda ini akhirnya timbul kesadaran memberikan perhatiannya untuk memantau dan menjaga jalannya pemilu, ini semua juga demi kebaikan bangsa kita untuk lima tahun kedepannya. Saya pikir UK Petra cukup tepat jika mau berkoordinasi dengan KPU dan Panwaslu untuk pemilu ini dan pemilu-pemilu mendatang.” tambah Ketua RT 01 RW 01 jalan Kedungasem, Rungkut.

            Pihak UK Petra sendiri membenarkan bahwa sebelumnya ada kontak dengan KPU untuk membantu jalannya pemilu. Tidak hanya membantu jalannya pemilu, UK Petra juga melihat banyaknya mahasiswa luar kota yang tentunya sangat disayangkan jika mereka tidak berpartisipasi dalam pemilu ini. Oleh karena itu BEM berkoordinasi dengan KPU untuk mencari jalan keluar, namun ada beberapa kendala yang sepertinya sulit untuk dipenuhi. “Semoga kedepannya nanti dapat dievaluasi dan aturan itu dapat dipenuhi. Kan masih ada pemilu presiden. Jadi, untuk sementara kita kerjasama dengan KPU untuk memantau dan menjaga jalannya Pemilu Legislatif.” ujar Roni Anggoro, S.T., M.A., selaku Kepala BAKA UK Petra.

         Dari 374 masyarakat Kedungasem yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 01, hanya 329 diantaranya yang menggunakan hak pilihnya. Tercatat ada 45 warga Kedungasem yang tidak menggunakan hak pilihnya atau Golput. Pantauan hasil akhir dari perhitungan rekapitulasi suara di TPS 01 Rungkut, jalan Kedungasem 7, suara terbanyak diperoleh partai PKB dengan 172 suara, disusul PKS dengan 42 suara, lalu PDIP dengan 38 suara, GOLKAR dan PPP 27 suara, GERINDRA dan DEMOKRAT enam suara, PBB tiga suara,  PAN dan HANURA satu suara serta enam surat suara dinyatakan tidak sah. (Ongq)

Foto: Ongq

About the author /


1 Comment

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More