Percaya Diri, Modal Utama Jadi Model

Photo taken by Moses B.Hidajat

Percaya Diri, Modal Utama Jadi Model

Oleh : Christabel Cheryl

Menjadi seorang model bukan perkara yang gampang. Ada banyak hal yang
perlu dipelajari agar dapat menjadi seorang model yang baik. “Zaman sekarang kan
anak muda, mahasiswi terutama, mikirnya jadi model cuma nampang, badan bagus
(tinggi, langsing, kurus, ceking). Siapa bilang badan pendek itu jelek. Jadi model itu
bukan hanya badan bagus aja, tapi banyak faktor yang perlu diperhatikan,” cerita
Faby (baca: febi) panjang lebar.

Perempuan bernama asli Levina Faby Naomi Christy ini didapuk menjadi
pembicara di acara seminar “Be Yourself, It’s You” yang dilaksanakan di Foodloft,
Grand City Mall Surabaya oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Modelling
Universitas Kristen (UK) Petra. “Baru tahun ini UKM modelling melaksanakan
seminar. Saya berharap peserta UKM modelling gak cuma bisa catwalk dan
photoshoot saja. Tapi bisa jadi role model layaknya Miss Universe,” jelas Donny
Untung selaku ketua panitia.

BeYourself_MSH_0016 ewtm
Photo taken by Moses B.Hidajat

Terjunnya Faby dalam dunia modelling ini pada awalnya bukanlah suatu cita-
cita. “Awalnya hanya mencoba dalam suatu lomba model gitu, tapi jadi tertarik
untuk mengenal lebih dalam,” jelasnya. Bergabung dalam dunia modelling dapat
menjadi bekal di dalam profesi bidang apapun. Selain belajar menjadi percaya diri,
melalui dunia modelling Faby bisa mendapat channel. “Di luar dunia modelling, aku
jadi notaris kok,” tambahnya.

“Aku ini sebagai model termasuk pendek loh. Biasanya model tingginya 175-
an. Aku cuma 170, tapi aku pede. Siapa bilang orang pendek itu jelek?” jelas Faby.
Itu tadi sekilas tentang serunya acara yang didakan UKM Modelling di
Grandcity Mall, Sabtu (19/03). Eits! Tunggu dulu, masih ada satu ulasan lagi
berkaitan dengan acara ini, jadi jangan ketinggalan ya!

Tagged with:     ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More