Archiexpo : Kwartet dalam Satu Bingkisan

Archiexpo : Kwartet dalam Satu Bingkisan

Oleh: Clarita Ivonne

Sejak Jumat (06/04/18), Himpunan Mahasiswa Program Studi Arsitektur (HIMAARTRA) menyelenggarakan kegiatan ARCHIEXPO selama 3 hari lamanya. Acara ini merupakan puncak acara dari keempat acara HIMAARTRA antara lain, Seminar Arsitektur Nasional (SAN), Architecture Festival (Archfest), Geest Van De Architectuur (GADA), dan Urban Sketch Fair (UFS). Kegiatan utama dari Archiexpo adalah pameran karya finalis dari keempat acara tersebut. Tema yang diangkat untuk tahun ini adalah “Symphony : Ruang di Balik Waktu”. Tema ini diangkat untuk menceritakan perkembangan yang telah, sedang, dan akan terjadi di dunia arsitektur. Symphony sendiri menggambarkan sebuah rangkaian  dari awal hingga akhir, yang dapat dinikmati, hingga menjadi suatu kesatuan. Hal ini ditunjukkan dengan tema keempat acara yang saling berhubungan satu dengan yang lain.

Keempat acara ini memiliki ketuanya masing-masing. Dalam mempersiapkan serangkaian acara yang banyak, mereka memiliki kesannya masing-masing.

Menurut Stela, selaku ketua GADA, keempat ketua memiliki visi yang berbeda-beda sehingga membutuhkan waktu untuk menggabunkan ide yang muncul. “Susahnya itu empat kepala empat ide berbeda, jadi untuk menemukan titik tengahnya sulit” ungkapnya saat diwawancara. Namun dengan diskusi berkelanjutan, akhirnya keempat ide dapat menemukan titik tengahnya. Ia pun berharap acara ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Program Studi (Prodi) Arsitektur Universitas Kristen Petra (UK Petra) kepada masyarakat luas. Selain itu, Stela juga berharap agar Archiexpo dapat menunjukkan sisi yang lain Prodi Arsitektur, yaitu tidak hanya mampu bekerja secara akademis namun juga non-akademis.

Sedangkan menurut Richman, selaku ketua Archfest, ia sependapat dengan Stela. Untuk menggabungkan empat acara bersamaan pasti membutuhkan banyak komunikasi. Namun, komunikasi juga yang bisa berpotensi sebagai hambatan. “Banyak eyel-eyelannya soal enaknya mau gimana. Tapi, hasil akhirnya kan dari kita juga. Kita harus ngerti dan pastiin lagi” ungkapnya. Ia pun juga menaruh harapan untuk acara ini, yaitu untuk mengenalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh mahasiswa Prodi Arsitektur.

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More