ABDIMAS 2016: Kami Tidak Butuh Rasa Kasihan, Beri Kami Kesempatan

kennia_03_wtm_rsz

photo by Kennia H. Wijaya

ABDIMAS 2016: Kami Tidak Butuh Rasa Kasihan, Beri Kami Kesempatan

Oleh : Veronica Maureen

Kegiatan “ABDIMAS: Perbaikan Sekolah & Pentas Seni Disabilitas” yang diselenggarakan oleh Departemen Matakuliah Umum (DMU) dibuka dengan sambutan oleh Rony Gunawan Sunaryo, S.T., M.T., Sabtu (15/10/2016). Dilaksanakan di Auditorium Universitas Kristen (UK) Petra, acara yang didominasi Program Studi (Prodi) Teknik Arsitektur ini dimuali pada pukul 09.30 WIB. Tamu khusus yang menghadirinya antara lain siswa-siswi serta guru pendamping Sekolah Menengah Pertama (SMP) Luar Biasa (LB) Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) dan SMP LB Siswa Budi.

Sambutan ditutup oleh Kepala Sekolah SMP Siswa Budi, dan langsung dilanjutkan dengan pentas seni sebagai acara utama pada hari itu.

Penampilan pertama dari SMP LB YPAB dengan pertunjukan angklung yang membawakan tiga buah tema lagu, mulai lagu barat, mandarin hingga dangdut dengan unsur rap di dalamnya. Diawali dengan lagu “My Heart Will Go On”, siswa-siswi SMP LB YPAB telah mampu menarik perhatian para peserta. “Angklung tidak melulu lagu etnik-etnik saja,” ujar salah satu pemain.

Diselingi dengan sosialisasi mengenai teknik pemakaian tongkat tunanetra secara umum oleh Tutus, selaku perwakilan dari SMP LB YPAB. “Jangan beri kami, orang dengan disabilitas ini rasa kasihan. Tapi, beri kami KESEMPATAN karena kami juga memiliki potensi untuk mencapai sukses,” ujar Tutus dengan tegas.

Photo by Kennia H. & Ferdiantio J.

Pertunjukan pentas seni dilanjutkan dengan penampilan dari SMP Siswa Budi yang mempersembahkan tarian bernuansa khas Madura yang menggunakan kaos bergaris warna merah putih. Penampilan penuh semangat ini mampu mengajak seluruh mahasiswa di Auditorium ikut bertepuk tangan dan berdiri bersama.

Kegiatan ini ditutup dengan membuat prakarya bersama. Setiap tim yang terdiri dari sepuluh mahasiswa dan tiga teman-teman disabilitas akan bersama-sama membuat prakarya dari clay. “Seneng banget bisa tampil di sini. Dan dinikmati oleh banyak orang,” ujar Lita, salah satu siswi SMP LB YPAB.

Tagged with:     , , ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *