Mahasiswa Sastra Inggris di Pusaran MEA

asean_KHW_001 wtm_rsz

Photo by Kennia H. Wijaya

Oleh: Ignacia Ardelia Petrina

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tentu bukanlah topik baru lagi. Sebagai mahasiswa yang adalah
“kaum berpendidikan” maka adalah suatu kewajiban bagi kita untuk menyadari, memahami, dan
menyiapkan diri memasuki masa MEA ini. Membahas topik ini, HIMASINTRA (Himpunan Mahasiswa
Sastra Inggris) mengadakan seminar “The Role of English Department Students in the ASEAN
Economic Community”. Seminar ini diselenggarakan untuk membantu para mahasiswa Sastra Inggris
dalam menghadapi MEA.

Tentu kita pernah mendengar segelintir pernyataan sinis seperti “Kuliah kok ambil Sastra Inggris?
Mau kerja apa? Ya mending kursus aja dari pada kuliah mahal-mahal.” Sudah bukan rahasia lagi
bahwa masih ada streotype demikian yang berkembang di masyarakat. Dr. Drs. Ribut Basuki, M.A
yang didapuk sebagai pembicara dalam seminar ini mengatakan “Sebagai mahasiswa Sastra Inggris,
sebenarnya kalian mempunyai banyak kelebihan yang jika diasah bisa menjadi kekuatan dalam
menghadapai MEA.”

Senjata tersebut adalah language (bahasa), expertise (keahlian), soft skills, and pengalaman
internasional. Bahasa yang dimaksudkan adalah bahasa Inggris dan Indonesia. Tetapi bukankah
mahasiswa lain juga belajar Bahasa Inggris? Ya, memang benar yang membedakan adalah
mahasiswa di luar Sastra Inggris menguasai skill sedangkan mahasiswa Sastra Inggris menguasi skill
dan knowledge. Keahlian yang dimiliki mahasiswa Sastra Inggris yang bisa membantu dalam
menghadapi MEA antara lain creative writing, speech and presentation, business English etiquette
and culture, business meeting, dan lain-lain. Soft skills juga merupakan kunci penting karena soft
skills mengambil 85% peran dalam kesuksesan. Yang terakhir adalah pengalaman internasional, yang
bisa didapat dari kegiatan kampus seperti Petra Summer Program, Asia Summer Program
Community Outreach Program, dan pertukaran pelajar.

Sebenarnya setiap mahasiswa dari setiap jurusan pasti punya kelebihan yang bisa digunakan sebagai
senjata khusus untuk menghadapi MEA. Semua itu kembali ke diri kita masing-masing, apakah kita
siap dan mampu mengasah kelebihan tersebut? Selamat bersiap dan berjuang menghadapai MEA!

Tagged with:     ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *