Kampanye Hak Disabilitas : Bukan Sekadar Mengejar SKKK, Mahasiswa Dituntut untuk Mau Melayani

DSCF7288_e_wtrmk_rsz

Photo by Kennia H.Wijaya

Kampanye Hak Disabilitas : Bukan Sekadar Mengejar SKKK, Mahasiswa Dituntut untuk Mau Melayani

Oleh : Agnes Chrisha

Mengangkat tema Bedah Buku Living in Dignity, Workshop Desain Rumah, Apartmen &
Sekolah Bagi Difabel & Pameran Karya Living in Dignity, mahasiswa Arsitektur dari kelas
Kuliah Kerja Pelayanan (KKP) mengadakan seminar Kampanye Hak Disabilitas di Auditorium
UK Petra, Sabtu 23 April 2016.

KKP merupakan mata kuliah yang mempelajari tentang bagaimana arsitektur bisa
berdampak bagi masyarakat. Spesial di tahun ini, diadakan seminar pengabdian masyarakat yang
dibuka untuk seluruh mahasiswa UK Petra di semua jurusan dalam menunjang kelas KKP itu
sendiri. Dalam acara ini, panitia mengundang perwakilan dari siswa-siswi penyandang disabilitas
dari sekolah Siswa Budi dan Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB).

Serangkaian acara menarik yang diadakan pada seminar ini menunjukkan bahwa seminar
bukan berarti hanya duduk mendengarkan narasumber bercerita. Di awal acara, terlihat beberapa
mahasiswa UK Petra bertanding catur bersama beberapa siswa penyandang tunanetra dari
YPAB. Oleh MC, para mahasiswa juga diminta untuk menutup mata supaya sebanding dengan
lawan mainnya. Namun uniknya, meski terkadang sempat curi-curi untuk membuka mata, ada
salah satu mahasiswa yang kalah telak, lho.

Photo by Kennia H.Wijaya

Dengan waktu yang bersamaan, Tutus Setiawan, M.Pd , pendiri Lembaga
Pemberdayaan Tunanetra (LPT) sekaligus staf pengajar dari YPAB memberikan presentasi
tentang disabilitas, jenis, hak bagi penyandang disabilitas dan lain sebagainya. Dalam
presentasinya, Tutus sempat menyinggung bahwa pemerintah kurang berperan aktif dalam
pemenuhan hak disabilitas secara umum. Sebagai contoh, tidak ada template khusus bagi
penyandang tunarungu sehingga rentan terjadi penyalahgunaan pilihan oleh orang yang
membantu mencoblos kertas pemilu.

Acara makin kian menarik saat dimulainya talent show dari siswa-siswi Siswa Budi dan
YPAB. Penampilan mereka dalam bernyanyi, bermusik, serta joget-joget, mengundang gelak
tawa dari peserta seminar. Talent show pun ditutup dengan tepuk tangan yang meriah.

Selain itu, ada juga pengenalan buku ‘Living in Dignity’ karya salah satu dosen arsitektur
UK Petra, Gunawan Tauwidjaja, S.T. M.Sc yang berisi desain rumah bagi penyandang
disabilitas. Kemudian,untuk menunjang kampanye hak disabilitas secara online, peserta harus
selfie dengan para penyandang disabilitas, upload di Instagram dengan hashtag #UBCHEA
#DesainInklusiPetra #IAmAble #PeduliDisabilitas #Surabaya. Setelah itu, acara diakhiri dengan
interaksi oleh mahasiswa dengan anak-anak penyandang disabilitas secara langsung.

Duh, acara sejenis ini memang harus lebih banyak diadakan di UK Petra. Supaya kita
banyak bersyukur dan tidak menuntut. Sudahkah kamu bersyukur hari ini, Sobat?

Tagged with:     , ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *