MEA : “Anak-anak Luar Pulau, Yuk Pulang!”

AECC2_MSH_0019 e wtrmk_rsz

Photo by Moses B.Hidajat

MEA : “Anak-anak Luar Pulau, Yuk Pulang!”

Oleh : Adella Diastari

Masih membahas mengenai seminar kedua ASEAN Economic Community Conference (AECC) 2016,
Critical : Creative, Innovative, and Tactical in Current ASEAN Liability’ yang telah digelar di Auditorium
Universitas Kristen Petra (UK Petra), Sabtu (23/04).

Sebagai pembuka, Nicholas Kurniawan, S.E. yang merupakan owner & exporter Venus Aquarium
Tropical Fish menceritakan pandangannya tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah secara
efektif berlaku sejak 1 Januari 2016 kemarin. “Saya sendiri tidak merasa ada dampak signifikan sih
sampai sekarang. Dari dulu ya memang orang asing bisa buka usaha di Indonesia, mereka tinggal
menggandeng orang Indonesia, sudah (bisa berjalan, red.).”

Hal ini kemudian ditimpali sang ahli statistika yang juga merupakan salah satu pendiri Program Studi
Teknik Industri di UK Petra, Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc. yang mengomentari masalah ketidaksiapan
mental bangsa dalam menghadapi MEA, “Perilaku apparat yang cari-cari duit itu masalahnya.”. Selain
itu, Kresnayana juga berusaha memberikan suatu dukungan kepada mereka yang ada di ruangan untuk
dengan lebih berani membuka usaha, “Jangan jadi pegawai! Maksimal dua tahun lah (kalau mau
menjadi pegawai, red.) cuma buat belajar.”

AECC2_MSH_0025 e wtrmk_rsz

Photo by Moses B.Hidajat

Lebih dalam lagi, Drs. Ronny Herowind Mustamu, M.M. mengajak kita semua untuk tidak memandang
MEA sebagai sesuatu yang negatif, namun melihat positifnya. “MEA itu suatu opportunity yang bagus.”
Menurutnya, hal ini tergantung bagaimana menyikapinya, misalnya dengan tidak memandang sebelah
mata mengenai pendidikan, yang mana dirasanya adalah salah satu karakter jelek dari orang Indonesia,
“(Kebiasaan,red.) bersumbu pendek dalam memahami pendidikan itulah yang membuat akhirnya
Indonesia hanya kebagian pekerjaan-pekerjaan kasar.”

Ada satu pesan penting yang disampaikan Ronny dalam kesempatan ini yaitu untuk pulang kembali ke
daerah asal masing-masing setelah selesai sekolah dan jangan terlena dengan semua yang serba ada di
Pulau Jawa, “Kalian yang dari Sumatra, pulang ke Sumatra, yang dari Sulawesi, pulang Sulawesi, bangun
daerah kalian masing-masing.” Hal ini diamini pula oleh Nicholas yang memberikan satu tips bagaimana
menjadi pengusaha yang sukses, “Kalau mau menang bersaing, pelajari kekuatan bangsa sendiri, lalu
bekerja dengan sepenuh hati untuk mendapatkan kepercayaan orang.”

Nah, itu tadi Sobat, sekilas dari seminar terakhir yang digelar AECC. Jadi, kita harus menyiapkan diri
untuk benar-benar bekerja dan terjun dalam masyarakat yang sudah benar-benar terbuka ini. Caranya?
Punyailah karakter yang baik, karena dalam segala jenis hubungan kunci nomor satu adalah komunikasi,
yang kedua adalah trust yang mana hanya dapat didapat dengan bekerja dengan gigih dan selalu
sepenuh hati.

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *