Belajar Menjadi Pemain bukan Hanya Penonton

AECC_MSH_0017 e wtrmk rsz

Photo by Moses B.Hidajat

Belajar Menjadi Pemain bukan Hanya Penonton

Oleh : Ignacia Ardelia Petrina

Kamis (21/04) – ASEAN Economic Community Conference yang merupakan serangkaian acara yang
dibawahi oleh departemen External Human Resources Development Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) Universitas Kristen Petra (UK Petra). Acara pertama yang digelar dalam rangkaian ini adalah
Seminar berjudul ‘Ideapreneur’ yang diselenggarakan di ruang Audio Visual gedung T (AVT) 501 UK
Petra. Seminar ini mendapuk dua orang pembicara yaitu Aryo Nugroho, S.T., S.Kom., M.T. selaku CO Founder dari Catfiz Messenger dan Theresia Deka Putri, S.E selaku pemilik dan pengekspor Luwak Lanang Coffee.

Seminar ini membahas bertujuan untuk membahas strategi mengahadapi berjalannya MEA
(Masyarakat Ekonomi ASEAN) karena siap atau tidak siap kita harus bersaing bukan hanya dengan
masyarakat Indonesia tetapi dengan masyarakat ASEAN yang skillnya tidak kalah mumpuni. Lalu
bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menjadi pribadi kreatif yang bisa menelurkan ide-ide
kreatif. Ide tersebut nantinya bisa kita terapkan dalam bentuk usaha di berbagai bidang.

Photo by Moses B.Hidajat

Namun kita tau bahwa untuk menciptakan suatu ide yang baru, kreatif, dan inovatif adalah suatu hal
yang tidak mudah. Menurut Aryo, hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah untuk memulai
belajar bukan hanya dari pelajaran. Bukan berarti kita dianjurkan untuk mengabaikan kuliah, namun
banyak hal lain di luar konteks buku kuliah yang harus kita gali. Bila kita banyak bersosialisasi, ikut
bergabung dengan komunitas maka kita juga mempelajari hal sekitar kita yang bisa membawa kita
pada ide-ide baru. “Bila sudah menemukan ide dan menetapkannya sebagai usaha, jangan mudah
menyerah. Saat jatuh, anggaplah itu sebagai ujian mental. Kita harus tetap fokus di hal yang sama,
jangan mudah berganti jalur,” timpal Theresia.

Menurut kedua narasumber, MEA bukanlah sesuatu yang harus ditakuti karena sesungguhnya justru
banyak peluang yang muncul. “Kenapa takut? MEA justru memudahkan kita untuk mengembangkan
usaha kita keluar Indonesia. Tinggal bagaimana kita bisa jeli melihat peluang yang ada.” ujar Aryo
Nugroho yang berhasil mengembangkan applikasi catfiz hingga ke Arab.

Jadi sobat GENTA, ayo mulai belajar memandang jeli peluang yang ada di sekitar kita. Jangan takut
menghadapi MEA karena sudah saatnya kita menjadi pemain bukan hanya penonton.

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *