Nasib Negara: Ikut Berpartisipasi atau Hanya Berdiam Diri

IMG_4342_2

Photo taken by Nikita Limantara

Nasib Negara: Ikut Berpartisipasi atau Hanya Berdiam Diri

By: Bethari Putri Hyang Taya

Pada 9 Desember 2015 nanti, bangsa kita akan dengan serempak mengadakan
Pemilihan Umum Kepala Daerah (PILKADA). Setelah heboh dengan pemilihan umum
Presiden dan wakil Presiden setahun silam, kini bangsa Indonesia akan sekali lagi
menentukan nasib mereka dengan memilih kepala daerah masing-masing. Pada pemilihan
umum (PEMILU) Presiden dan Wakil Presiden 2014 kemarin, merupakan tombak besar pada
partisipasi kaum muda untuk memilih kepala Negara. Bagaimana tidak? Jika pada pemilu-
pemilu sebelumnya, kaum muda terlihat tenang-tenang saja, maka pada tahun 2014 kaum
muda terlihat sangat bersemangat mengikuti PEMILU. Hal tersebut terlihat dari ramainya
media sosial yang berisi unggahan-unggahan foto jari kelingking biru tanda bahwa mereka
telah ikut menyumbangkan aspirasi mereka.

IMG_4341_1

Photo taken by Nikita Limantara

Setelah sebelumnya telah dijelaskan oleh Anien (baca : “Cintakah Kita Terhadap
Indonesia?”) tentang betapa pentingnya kita menunjukkan jiwa nasionalisme kita. Maka
pada kuarter kedua, William Rahardja, S.E. akan memaparkan betapa pentingnya mengikuti
PEMILU maupun PILKADA. William berkata bahwa mengikuti PEMILU dan PILKADA
merupakan bentuk hak dan kewajiban kita terhadap negara. Merupakan sebuah hak karena
kita berhak untuk memilih dan merupakan sebuah kewajiban pula karena dengan memilih
sebenarnya kita turut menentukan nasib negara.

Banyaknya jumlah golput setiap kali diadakan PEMILU atau PILKADA menjadi
kekhawatiran sendiri bagi negara. Kalau kita berpikir, “Ah, buat apa nyoblos, paling negara
yang gitu-gitu aja.” Bagaimana jika yang mempunyai pikiran demikian tidak hanya Sobat
saja, tapi hamper 50 persen jumlah pemuda Indonesia. Bukankah hal tersebut akan sangat
berdampak bagi Indonesia. Apakah kita sebagai kaum muda hanya berdiam diri saja melihat
nasib negara ditentukan oleh orang lain?

Oleh karena itu Sobat GENTA, pada PILKADA 9 Desember 2015 nanti, jangan sampai
hak pilih yang sudah Sobat miliki tidak digunakan. Bagaimanapun juga satu suara sangat
berarti.

Tagged with:     , , ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *