Berjuang untuk Negeri dan Menghasilkan Engineer Terbaik

IMG_0161wwtm

By: Helen Setiawan

Jumat, 25 September 2015, merupakan hari terakhir Petra Research Week. Seminar kali
ini berlokasikan di gedung Radius Prawiro Universitas Kristen Petra (UK Petra) yaitu RK4 lantai
10. Topik seminar kali ini adalah “Peluang dan Tantangan dalam Riset dan Pengembangan
Teknologi Kendaraan Listrik dan Energy Baru Terbarukan”. Ini adalah seminar yang kedua pada
hari Jumat ini. Seminar dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB. Seminar kali ini dibawakan oleh
Ricky Elson (35 tahun) seorang teknisi penelitian yang mempunyai 14 hak paten, serta dia juga
penemu mobil listrik SELO (berasal dari Ki Ageng Selo, yang dapat menangkal petir), yang
diikutkan di KTT APEC (Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pasific Economic Conference) yang
diadakan bulan Oktober 2013 lalu di Denpasar, Bali.

Pembahasan seminar ini bukan hanya untuk prodi teknik mesin ataupun elektro saja.
Walaupun pembahasan dalam seminar ini berkaitan dengan mesin, Ricky berharap bahwa
mahasiswa di luar prodi yang bersangkutan dapat memahami hal tersebut. Mobil listrik karyanya
tidak banyak dibahas, melainkan dia akan banyak membahas bagaimana membangun tenaga
listrik yang efisien. Di Indonesia ini banyak sekali penggunaan batu bara sebagai pembangkit
listrik. 60% pembangkit listrik di Indonesia ini menggunakan batu bara. Batu bara suatu saat
tentu akan habis, oleh karena itulah dia mulai terpikir bagaimana membuat suatu tenaga
pembangkit listrik yang efisien.

Ricky memiliki motivasi ‘mau berjuang untuk negri dan menghasilkan engineer-
engineer terbaik di dunia’. Dia bahkan sempat mengenyam pendidikan di negeri sakura meski
demikian dia tetap kembali ke tanah air tercinta, Indonesia. Banyak orang di Indonesia yang jika
sudah berhasil keluar dari negeri ini, mereka memilih untuk meneruskan kehidupan mereka di
luar, karena kehidupan di luar lebih baik dan hasil yang diperoleh jauh lebih memuaskan. Namun
bagi Ricky, meskipun dia sudah berhasil keluar dari Indonesia untuk pendidikan lebih baik, dia
lebih memilih kembali ke Indonesia karena kecintaannya kepada Indonesia. Satu hal yang dapat
dikagumi darinya, sesukses apapun dia, dia tetap mencintai tempat kelahiranya, Indonesia.

Lukas, Teknik Elektro, memiliki kesan tersendiri dari acara ini, dia menganggap acara
ini bagus sebab dari acara ini kita semua dapat mengetahui bahwa masih banyak alat yang masih
dapat dikembangkan sekecil apapun bentuknya. Menurutnya acara ini sangat penting sebab
jaman sekarang ini banyak orang yang tidak memikirkan sesuatu untuk bangsa.

Nah itu tadi sobat GENTA, seminar kedua dan terakhir yang menutup rangkaian
Research Week. Bagaimana pendapat sobat GENTA mengenai research week tahun ini?

‘Apakah kita sebagai masyarakat Indonesia hanya menjadi pengguna atau pembuat sejarah?’

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *