Pemuda yang Berdampak bagi Bangsa

IMG_3643wwtm2

By : Cheryl

Senin, 21 September 2015 – Seminar “Transformasi Karakter Bangsa Melalui
Kepedulian Pada Masyarakat” telah dilaksanakan di ruang Audio Visual gedung T (AVT) 502
Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian
seminar research week UK Petra. Tema seminar ini dipilih karena anak muda merupakan
tonggak dalam perubahan. Acara ini diselenggarakan oleh LPPM (Lembaga Pusat Pengabdian
pada Masyarakat) dengan dibantu oleh tim panitia yang merupakan mahasiswa dari program
studi manajemen perhotelan UK Petra.

Pembicara pada seminar kali ini merupakan salah satu pemerhati sosial masyarakat
yaitu Dr. Hana Amalia Vandayani Ananda, D. Min. Beliau merupakan pendiri Yayasan Pondok
Kasih dan juga pernah mendapatkan beberapa penghargaan dari pemerintah atas dasar aksi
sosial yang beliau lakukan. Meski beliau telah berusia 71 tahun, namun hal tersebut tidak
menghentikannya dalam berkarya untuk masyarakat.

Sebelumnya Hana sama sekali tidak terpanggil untuk terjun dalam pelayanan
masyarakat. Namun semua itu berubah saat beliau bertemu dengan seorang pengemis di
depan Gerejanya. Hal itulah yang kemudian menjadi titik baliknya untuk peduli dengan orang
yang membutuhkan. Awalnya beliau tak begitu suka dengan kehadirannya, suara Tuhan yang
disampaikan kepada dirinya melalui landasan firman Tuhan memberikan tamparan padanya.
Semenjak itu, beliaupun akhirnya aktif dalam pelayanan masyarakat dan beliau berharap agar
hal yang beliau tekuni ini dapat berdampak bagi Indonesia.

Walau telah memiliki tekad besar dalam pelayanan masyarakat, tidak serta merta beliau
bisa terjun langsung, terdapat beberapa hambatan yang sempat beliau alami. Hambatan
pertama bahkan datang dari suaminya yang tidak mengijinkannya untuk terjun dalam
pelayanan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan latar belakang suaminya yang seorang
pengusaha. Yang kedua, datang dari dari Gerejanya sendiri. Misi untuk melayani orang miskin
bukanlah suatu yang menarik bahkan misi ini ditolak mentah-mentah dari pihak Gereja.
Hambatan-hambatan tersebut tidak serta merta menyurutkan semangatnya, beliau tetap terus
bertekad untuk terjun dalam pelayanan masyarakat

IMG_3626wwtm

Masa-masa kelam di Indonesia tahun 1996 menjadi pusat perhatiannya. Dimulai dari
pembakaran gereja di Jawa Timur, krisis ekonomi, krisis politik, perpecahan antar suku, dan
masih banyak lainnya. Beliau melakukan berbagai perjalanan ke kota-kota yang mendapat
musibah dan membantu mereka. Walau sulit, namun dengan bantuan dari negara lain, paket-
paket bantuan dapat tersalurkan dengan baik.

Beliau menegaskan bahwa bila ingin memiliki dampak terhadap masyarakat sekitar,
seseorang harus mau menjadi terang di tengah mereka. Walaupun terkadang dicemooh, ditipu,
dicacimaki, dan merasa sendiri, terang itu tidak dapat dilihat bila tidak berada ditengah
kegelapan.

Beliau berharap melalui seminar ini mahasiswa dan jiwa muda dapat lebih aktif dalam
pelayanan masyarakat. Beliau percaya bahwa mahasiswa dapat menjadi penerus untuk
melayani sesama.

IMG_3532wwtm

Kesan yang didapat oleh peserta dalam mengikuti acara seminar ini adalah perasaan
bersemangat dan sangat menginspirasi. Mereka juga mengaku telah mendapat wawasan yang
lebih luas, wawasan tentang bagaimana seluk beluk kehidupan seorang yang terlibat aktif
dalam pelayanan masyarakat.

Nah sobat GENTA, jangan sampai ketinggalan rangkaian acara research week ya. Dijamin
bakal seru dan pengetahuan kalian akan semakin luas. Sampai bertemu lagi!

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *