Doa Bersama Bagi Korban Air Asia di UK Petra

20150112_131439

20150112_114620           SURABAYA-SURYA, Senin (12/1), Universitas Kristen (UK) Petra menggelar doa bersama khususnya bagi korban peristiwa nahas Air Asia QZ8501 yang pernah dan sedang mengenyam pendidikan sarjana di UK Petra. Suasana duka menyergap seisi auditorium UK Petra ketika doa bersama diawali dengan nyanyian pembuka tepat pukul 11.00 WIB. Sebagian besar peserta hadir dengan menggunakan busana berwarna hitam sebagai tanda duka dan belasungkawa yang mendalam terhadap para korban.

           Adapun sejumlah empat mahasiswa dan lima alumnus UK Petra yang menjadi penumpang pesawat yang jatuh di perairan Selat Karimata tersebut. Mereka diantaranya adalah Stephanie Gunawan (mahasiswi Program Manajemen Pemasaran 2011), Elisabeth Youvita (mahasiswi Program Teknik Industri 2012), Steven Gunawan (mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan 2013), Brian Youvito (mahasiswa Program Studi Teknik Otomotif 2014), Juanita Limantara (alumni Program Studi Sastra Inggris 2003), Ria Ratna Sari (alumni Program Studi Manajemen Kepariwisataan 2005), Bob Hartanto Wijaya (alumni Program Studi Arsitektur 2007) dan Christanto Leoma Hutama (alumni Program Studi Manajemen Pemasaran 2010).

           Sebagai bentuk kepedulian UK Petra terhadap para korban, UK Petra menyelenggarakan kebaktian doa dan penguatan bagi keluarga penumpang yang bertajuk “Trust His Heart” dan dibawakan oleh Pendeta Steward William Moulds. Setelah doa bersama terdapat ungkapan dan sekelumit kisah dari seorang mahasiswi bernama Ayu Kumala Putri yang menjadi rekan dari Stephanie Gunawan dan Christanto Leoma Hutama. “Saya ga pernah nyangka punya teman bahkan keluarga seperti mereka. Mereka berdua adalah mentor, sahabat dan keluarga yang saya sayangi. Ko Chris jadi inspirasi bagi saya waktu dia memimpin Himapastra (Himpunan Mahasiswa Manajemen Pemasaran UK Petra) dan selalu men-support saya dalam organisasi itu.” ujar gadis yang merupakan anggota Himapastra itu sambil meneteskan air mata di depan podium.

           Di akhir acara, terdapat sesi penghormatan terakhir bagi seluruh korban Air Asia dengan memberikan ucapan doa serta belansungkawa secara tertulis di papan-papan yang terletak di area Entrance Hall UK Petra. Terdapat Sembilan papan, dimana setiap papan terdapat foto kenangan para korban baik mahasiswa maupun alumni satu per satu. Papan-papan itu akan berada di sana hingga proses Perencanaan Studi (PRS) semester genap berlangsung. Papan tersebut merupakan bentuk dari aksi kepedulian yang mendalam dari UK Petra untuk korban dan keluarga korban yang ditinggalkan. Nantinya akan ada pembuatan buku terkait dengan para korban tragedi pesawat Air Asia QZ8501.UK Petra sendiri sudah merencanakan adanya kegiatan doa bersama secara formal sejak tanggal (5/1) lalu dan telah memberi dukungan secara simbolis melalui media sosial. UK Petra turut memantau perkembangan terakhir dari evakuasi korban melalui media massa dan keluarga korban. (Beata Anandika)

Foto:

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *