Leadership & Transformation, Seminar Inspirasi bersama Abdul Rachman

Undian Doorprize sebesar 1 juta diberikan kepada para pemenang sebelum acara ditutup dengan serentak

Leadership & Transformation, Seminar Inspirasi bersama Abdul Rachman

(Direktur Institutional Banking Bank Mandiri)

           Rabu, 16 Oktober 2014 Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerjasama dengan Institusi Nasional Bank Mandiri mengadakan kuliah umum bagi mahasiswa UK Petra. Kali ini pihak UK Petra mendapat tamu kehormatan yakni Abdul Rahcman, Direktur Institutional Banking Bank Mandiri. Pada kesempatan kali ini ia membawakan kuliah umum tentang“Leadership and Transformation.” Kuliah berlangsung di Auditorium UK Petra dan dimulai mulai pukul 08.00 WIB.

           Abdul Rachman memberi banyak inspirasi selama kuliah umum  berlangsung. Saat itu Rachman sedang dalam keadaan yang kurang sehat namun ia tetap melanjutkan kuliah tanpa sedikit pun kehilangan semangat berbagi pada setiap mahasiswa yang hadir. “Pilihan itu ada di tangan Anda, sebenarnya kesempatan itu sangat besar, tapi yang penting apapun pilihanmu nanti Anda harus memberi manfaat bukan untuk diri Anda sendiri tapi manfaat untuk orang lain, untuk lingkungan, untuk negeri itu yang paling penting. Hal ini yang mau saya tanamkan, memang ada kata-kata yang mengatakan, ‘Sebaik-baiknya, manusia adalah manusia yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain itu yang sebenarnya manusia’,” ujarnya saat menyampaikan kuliah umum.

           Pria yang lahir di Solo ini berasal dari latar belakang keluarga yang pas-pasan. Hal ini tidak membuatnya menyerah pada nasib.Semasa sekolah, ia bersekolah dan bekerja serabutan mulai dari menempelkan cap pada baju sampai berjualan batik di Pasar Klewer, Solo. Setelah tamat SMA ia melanjutkan pendidikan di Bandung. Saat kuliah, beliau pun menjalani perkuliahan sambil bekerja. Ia berdagang batik, menulis ringkasan buku lalu menjualnya dan lain-lain. Hal ini dilakukan Rachman untuk meringankan beban keluarga di Solo. Semasa kuliah, ia juga sempat direkrut oleh seorang dosen untuk bekerja di sebuah bank. Setelah kuliah di Solo, ia kembali ke cita-citanya saatkecil, yaitu ingin pergi ke luar negeri. Ia pun berusaha mencari beasiswa kesana kemari, sampai suatu ketika cita-citanya terkabul. Tahun 1981 Rachman berhasil mencapaicita-citanya, dan sekarang sudah tak terhitung berapa kali Abdul Rahman mendapat kesempatan untuk berkunjung di seluruh belahan dunia. Sekarang, pasti banyak yang tak mengira bahwa dulunya seorang anak kecil dari Solo, yang hanya bisa bermimpi untuk pergi keluar negeri dapat menjadi Diektur Institusional Banking Bank Mandiri.”

           Menurutnya, berani bermimpi berubah menjadi lebih baik dan belajar berinteraksi adalah hal yang penting. Menurutnya ketika kita bermimpi kita akan memiliki semangat untuk berkembang dan mencapai tujuan kita. “Kalau kamu ga punya mimpi. Walau kamu sudah punya semuanya ya kamu akan tetap seperti itu. Hanya menunggu, tidak berbuat sesuatu yang memberi manfaat bagi orang lain. Tapi orang yang tidak punya apa-apa kalo dia punya mimpi, ia akan bisa capai itu,” ujarnya.

           Selain itu jika kita ingin bertahan dari perkembangan zaman maka kita harus memiliki pendidikan, integritas atau kejujuran, starategi untuk betahan  serta potensi untuk senantiasa bergerak lebih maju. Salah satu hal yang penting dan ditekankan adalah integritas. Ia mengatakan,Orang yang selamat nanti adalah orang yang jujur, orang yang punya integritas  tinggi, itulah yang mesti Anda jaga. Memang lingkungan berat dan tidak menunjang kita. tapi, kamu akan selalu temukan dimanapun akan ada orang yang benar, yang integritasnya baik, dan dia akan berhasil.”

           Selain itu, ia juga menyampaikan tentang 13 sifat pemimpin. Sifat-sifat itu antara lain: Learner (senantiasa terus belajar karena lingkungan akan terus berubah), Achiever (keinginan untuk mau mencapai sesuatu), Self-Assurane (percaya bahwa dirinya bisa), Significant (merasakan bahwa dirinya akan berguna bagi kemajuan lingkungan), Command (mengarahkan orang untuk menjadi lebihbaik), Discipline (memilki disiplin diri), Belief (percaya bahwa adanya kekuatan),  Connectedness (adanya kesadaran untuk mengubah lingkungan menjadi lebih baik), Responbility (bertangungjawab), Competition (rasa untuk ingin bersaingdanmenjadlebihbaik), Ideation (memiliki cita-cita, visi, danmisi), Adaptive (dapat menyesuaikandenganperubahan), Transform (berpikir dengan cara yang lain). Sifat-sifat tersebut dapat  dilatih dan diasah, serta setiap orang bisa mengembangkannya. Ketika kita memliki sifat-sifat tersebut tentu kita dapat menjadi sosok seorang pemimpin yang ideal. Namun kita pun tidak boleh melupakan bahwa semua yang kita dapat berasal dari Tuhan.

           Abdul Rachman memberi pesan bagi mahasiswa. “Kamu mahasiswa belajar yang bagus, artinya kamu harus selesaikan sekolah dengan baik. Lalu kamu harus mempunyai inisiatif yaitu berupaya untuk menemukan jalan yang berbeda yang artinya dapat memberikan suatu proses atau hasil yang lebih baiuk. Contohnya olahragawan, zaman dulu pelari 100m sprint itu butuh waktu 5 menit tapi makin tahun makin cepat. Kalau dipikir bisa lebih baik jadi intinya selalu ada jalan untuk kamu menjadi lebih baik lagi.” Selain itu kata seorang peserta seminar, Yovan Susanto,“Mahasiswa itu harus eksis jangan pasif, kebanyakan orang berpendidikan ilmunya aja yang tinggi tapi untuk aksinya ndak ada. Jadi mereka harus berorganisasi atau paling tidak mau untuk ikut organisasi.”(Vina)

 

 

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *